.quickedit { display:none; }

Tinggal pilih entri yang kamu suka

Thursday, November 3, 2011

Jadi Orang Baik, Gak rugi Loh

Barusan aja aku menggeledah semua barang-barangku sewaktu SMA. Disana kutemukan beberapa kertas diaryku. Hmhmhm… maklumlah sewaktu SMA aku suka banget menulis diary. Aku suka menulis semua kegiatan aku di malam hari. Dan alhasil, aku kembali mengingat semua kejadian sewaktu aku masih di pesantren dulu. Tapi tidak semuanya aku ingat karena kertas-kertas diary itu hanya sedikit yang aku bawa ke Medan, selebihnya tinggal di Berandan. Sebenarnya aku suka menulis diary sejak aku punya buku diary sewaktu kelas 6 SD dulu. Tapi sekarang entah kemana rimba buku diary imutku itu. Ketika SMP juga aku suka menulis diary, tapi buku diarynya aku bakar. Itu karena seseorang! Aku tak mau mengingatnya! Karena dia pergi untuk menyambung studinya ke Langsa, aku harus membakar buku diaryku yang hampir semua tentang dia! Dulu aku berharap, aku bisa melupakannya, sobat ksatriaku. Hahahaha,,, begitu polosnya diriku. Tapi sekarang aku nyesel. Dan saat ini aku janji, aku takkan pernah membakar buku diaryku lagi. Lebih baik ia disimpan. Semoga kelak dapat menjadi karya tulis yang membantu aku mengingat semua masa laluku dan yang pasti dapat aku banggakan ke anak cucu. Halah! Sok dewasa! Hahaha
Begitu banyak kenangan yang tersimpan. Mulai dari tempelan-tempelan surat dari para penggemarku alias adik kelasku yang ngucapin selamat ultahlah! Pengen dekat sama ukhtilah!, dari kakak tetangga yang ngakunya kangenlah sama aku (hahaha, aku memang selalu ngangenin kak!) Bahkan ada juga dari sobatku yag mengirimiku surat minta maaf segala! Wadohhh,,, pengalaman hidup yang tak mungkin aku lupakan.
Setelah dipikir-pikir, ternyata banyak juga orang yang sayang sama aku. (huekkkssss,, Pede amat sich loh Imah). Hahaha… tapi emang bener kok!:-P. Ketika perpisahan kelas tiga SMA aja, adik kelas banyak yang minta nomor hpku. Tapi sayang, tak ada satupun sms dan telpon yang kuterima dari mereka (hahaha, mungkin untuk koleksian  n jimat kali ya nomor hpku). Nah yang paling parah lagi. Aku dulu sempat jadi rebutan anak kelas dua SMP loh. Begini ceritanya. Ketika aku jadi mudabbiroh asrama Masyitoh (kakak asrama kelas dua) ada dua orang anggotaku yang namanya Devi dan Diva (nama samara). Mereka adalah teman baik, tapi keduanya dekat sama aku. Alhasil aku diperebutkan (ckckck). Akhirnya mereka gak teguran Cuma gara-gara dekat sama aku. Oalah. Tapi tenang, keadaan itu tidak membuatku BANGGA, aku malah sedih. Aku tak mau jadi orang yang merusak persahabatan orang lain. Sebagai kakak yang bijaksana, aku jadi jaga jarak dengan mereka. Walaupun sebenarnya aku selalu tak bisa melakukannya. Itu aku lakukan demi kalian, adik-adikku. Alhamdulillah, kira-kira dua minggu kemudian, aku pindah asrama. Terlepas deh.
Sudah cukuplah nostaligianya. Sebenarnya topik yang  ingin aku sampaikan disini adalah…. Tarrrrrra…..
“Jadi Orang Baik Gak Rugi Loh”
Yupsss, itulah yag ingin aku sampaikan lewat nostaligiaku tadi. Sebenarnya aku juga belum pantas untuk dibilang baik. Masih banyak dosa yang aku lakukan selama hidup di dunia ini. Tapi aku hanya ingin menyampaikan bahwa berusahalah jadi orang baik walau kadang aku sering bilang ke teman-temanku “Aku bosan loh jadi orang baik” hahahaha.. Sewaktu aku sering sekali disakiti orang, aku selalu bilang begitu. Nah sekarang aku sadar, gak ada kata bosan untuk jadi orang baik walaupun hanya berusaha menjadi orang baik!
Kadang keyakinanku membuatku agak kurang realistis. Keyakinan disini adalah kebaikan yang kau tanam akan berbuah kebaikan juga. Tapi mungkin sebagian orang menganggap itu benar-benar reaslistis. Aku percaya itu. Saking percayanya, aku tak ingin balas dendam dengan orang yang sudah nyakitin perasaanku baik lahir maupun batin. Terlebih lagi aku sering mendengar nasehat ibuku. “Kalau kejahatan jangan dibalas dengan kejahatan!” Itulah sepenggal nasehat beliau. Biarlah Allah yang membalas semua kejahatannya. Nah ketika ibuku bilang begitu, maka dengan polosnya aku mengatakan “Tapi kalau Allah yang balas, lama kali mak” sambungku polos. Hahahaha.. dasar Imah kecil. Lambat laun akhirnya aku merasakan buah dari hasil tanamanku sendiri. Contohnya tadi, nostalgia masa pesantren. Setiap aku ultah, ada saja yang memberikanku hadiah, mulai dari buku diarylah, bajulah, coklatlah, lukisanlah, tulisanlah, gros jilbablah, bingkai fotolah dan masih banyak ‘lah-lah’lainnya (wkwkwkw). Tapi buat keseluruhannya makasih kepada teman-teman yang sudah sayang sama aku. Aku bukannya berbagga diri dengan apa yang aku miliki saat ini, tapi aku hanya ingin setiap orang yang membaca catatanku dapat mengambil hikmah dari apa yang aku tulis. Percayalah sobat! Jika kau tanam kebaikan, maka buahnya juga kebaikan. Analoginya seperti ini. Jika kalian menanam padi, maka padilah yang akan keluar. Aku pernah mendengar bahwa orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat untuk oran lain. Tapi bukan orang yang dimanfaatkan orang lain! Gak ada ruginya jadi orang baik. Walaupu ketika kita tersakiti oleh orang lain, kita juga tidak berhak untuk membalas kejahatan padanya. Ingatlah, kita bukan sang hakim yang pantas untuk menghakimi. Hanya Allah yang berhak melakukan itu. Jadi sebaiknya kita serahkan urusan itu pada ilahi semata. Kebaikan itu pasti akan menang walaupun terakadang kita selalu tak sabar menanti kemenangan itu. Sabar itu indah. Apalagi kita bersabar dengan menyerahkan segala macam urusan hanya kepada takdir Ilahi semata. Indah sekali. Keindahannya terasa ketika kebaikan itu menang. Dan ketika itu, aku yakin, kita akan bersujud padanya sebagai tanda syukur. Aku rindu sekali dengan yang aku tulis di beberapa kalimat sebelumnya tadi. Dan Alhamdulillah aku bisa menulisnya. Itu cukup membuatku harus tetap bersabar dengan apa yang aku hadapi saat ini. Semoga ini dapat menjadi obat untukku dan untuk orang-orang yang mengalami sakit yang sama sepertiku. Tetaplah menjadi orang baik dan bersabarlah!

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya ^_^

Salam Cahaya ^_^