.quickedit { display:none; }

Tinggal pilih entri yang kamu suka

Thursday, November 3, 2011

Manusia Super Sibuk

Catatan Harianku
Jumat, 16 September 2011. 10:49 PM
Hari ini aku capek sekali. Rasanya urat-urat sarafku mau lepas. Tapi aku tak mau berkeluh kesah hanya karena keputusan aku sendiri. Aku memang sudah memilih. Aku yakin pilihan ini adalah yang terbaik walaupun ini terlalu sulit untuk dijalankan. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Itulah motto hidupku saat ini. Jujur saja, aku bingung menjalankan ini semua. Umurku hampir memasuki usia 19 tahun. Cukup muda bukan? Dengan umur yang baru seumur jagung ini, aku mencoba menyibukkan diri dengan melakukan kegiatan positif tentunya. Diantaranya, kuliah, organisasi Dinamika dan yang baru-baru ini aku geluti adalah MUKM (Manajemen Usaha Koperasi Mahasiswa). Harus aku akui, sulit untuk membagi waktu tapi aku yakin aku bisa melakukannya.

Dulu ketika aku masih SMA, aku punya teman yang sosoknya sangat aku kagumi. Dia berhasil memanage waktunya sendiri. Waktu itu dia adalah seorang kepala asrama Unggulan Putri. Disini, dia dituntut untuk memenuhi hak warga unggulan dengan menjalankan kewajibannya sebagai pemimpin. Secapek apapun dia, dia tak pernah mengeluh. Aku benar-benar kagum dan bersyukur  mengenal orang yang semacam dia. Walaupun demikian, nilainya di kelas cukup setabil. Memang sangat menakjubkan! Ternyata ada rahasia di balik rahasia. (Halah! Terlalu banget kata-katanya). Aku sering mengamati segala tindakannya baik di asrama maupun di kelas. Ketika di kelas, dia berusaha fokus dengan pelajaran yang ada dan meninggalkan sejenak urusan-urusan yang tak ada hubungannya dengan pelajaran. Nah ketika di asrama, dia tampak seperti pemimpin yang berusaha menyejahterakan rakyatnya. Dia sungguh professional. Aku kagum padanya.
Terkadang sebagai manusia, kita harus dapat mengambil pelajaran dari hidup kita sendiri maupun kehidupan orang lain. Sekarang aku tengah mencobanya. Aku berusaha untuk menyontoh segala tindakannya yang kuanggap baik dan tidak merugikan diriku sendiri. Bukannya aku seorang plagiat dan hanya bercermin lewat kaca orang lain tapi aku hanya ingin mengambil pelajaran-pelajaran yang baik dan dapat aku terapkan dalam hidupku. Aku harus fokus dengan segala urusanku ketika aku tengah menjalankannya.
Sebenarnya ada satu alasan lagi mengapa aku menyibukkan diri. Alasannya begitu klasik. Hahahaha.aku hanya tak ingin mengingat tentang cinta yang kini tengah tumbuh di hatiku. Maka dari itu aku berusaha sibuk dan hanyut dalam kesibukan. Semua itu aku lakukan bukan karena aku ingin menjauhi cinta tapi aku hanya ingin menjadi wanita yang berfikir memakai logika. Bukan hanya dengan perasaan semata. Perasaan memang sungguh menghanyutkan. Oleh karena itu aku tak ingin terlarut dalam perasaan yang pernah membuatku jatuh sewaktu SMA dulu.
Berbicara tentang cinta terkadang membuatku tertawa. Apakah aku sudah pantas merasakannya? Hahaha… “Hei Hilmah, kamu sudah hampir 19 tahun, cari pasanganmu!” hahahaha.. aneh.. kenapa sampai sekarang aku masih suka menyendiri. Bagiku cinta adalah sesuatu yang sakral. Gak semudah itu mengatakan cinta. Harus ada proses dan keyakinan. Cinta bukanlah sebuah permainan kata. Makanya sampai sekarang aku gak suka dengan orang yang mengatakan cinta setelah beberapa hari berkenalan. Nampak gak serius. Aku butuh keseriusan. Cinta memang aneh, dan memang butuh keanehan. Tak dapat aku pungkiri, kini aku merasakan cinta yang telah sekian lama tak lagi kurasakan. Entah pria mana yang beruntung mendapatkan cinta itu. Hahahaha hanya hati yang tahu siapa dia. Hmhmhmhm sudahlah! Jangan mengupas tetang cinta lagi. Pusing. Rasa yang tak bisa dijabarkan dengan kata. Hahaha.. terlalu puitis bukan? Okay.. kembali ke pokok permasalahan.
Setelah beberapa hari aku menjalani tiga bidang ini. Aku merasa ada sesuatu yag beda dalam hidupku. Aku jadi orang yang super sibuk. Bahkan aku tak punya waktu untuk diriku sendiri. Sedih rasanya. Tapi apa mau dikata, semua ini sudah menjadi keputusanku. Aku ingin membiayai hidupku sendiri dan tidak tergantung lagi dengan orang tua. Kasihan orang tuaku. Aku hanya ingin menunjukkan kalau aku telah dewasa dan dapat menghasilkan rupiah secara halal. Semoga ini menjadi pilihan yang terbaik untukku.
“Kelelahan yang dirasakan orang-orang mukmin adalah pelebur dosa-dosanya” (hadis, tapi aku lupa siapa periwayatnya)

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya ^_^

Salam Cahaya ^_^